Berikut Alasan Mengapa Hasil Pada Setiap Dynotest Berbeda

Dynotest adalah rangkaian pengujian yang bertujuan untuk mengetahui seberapa besar performa mesin pada kendaraan, baik untuk performa mesin motor, mobil, maupun bus, dan lainnya. Dengan pengujian ini kalian akan bisa mengetahui performa mesin anda dari pertama kali pakai sampai terakhir kali digunakan. Dan juga dapat mendeteksi indikasi kerusakan pada mesin maupun komponennya.

dynotest

Salah Satu Dari Dynotest

Umumnya pada setiap pabrik otomotif memiliki alat pengujian dynotest ini. Ukurannya memang besar sehingga membutuhkan ruang yang cukup luas untuk menempatkan alat ini. Namun, sekarang juga telah ada dynamometer portable sehingga menjadi solusi bagi yang mempunyai ruang yang kurang luas. Namun, sekarang telah banyak bengkel yang menyediakan jasa dynotest dengan harga yang bervariatif, tergantung dengan jenis kendaraan dan besarnya kekuatan kendaraan.

Namun, terdapat pertanyaan yang membuat bingung yaitu “kenapa hasil dari setiap dynotest memiliki hasil yang berbeda?”. Padahal, pengujian yang dilakukan menggunakan mesin yang sama, kendaraan yang sama, bahkan operator yang menguji juga sama. Memang, terkadang ada terjadinya eror pada saat pengujian dan itu merupakan hal yang wajar. Biasanya hasil yang paling memuaskan lah yang di publish ke media masa.

Beberapa komponen pada perangkat dynotest ini yang mungkin menyebabkan perbedaan dari hasil perhitungan pada komputer, tingkat kalibrasinya, saat pemasangan instalasi motor pada perangkat dyno, sensor yang terdapat pada mesin dyno, dan operator yang mengoperasikan.

Biasanya, kesalahan yang dilakukan operator pada saat proses penarikan gas yang berbeda dengan operator sebelumnya sehingga hasil yang didapatkan juga akan berbeda.

Jika dilihat dari prinsip kerja dynotest inersia maka dapat kita simpulkan yang menyebabkan perbedaan hasil pengujian dyno yaitu :

  • Terdapat kesalahan saat melakukan pengujian dimensi drum dan berat
  • Pengaruh dari mikrokontroler untuk mengukur performa kendaraan secara menyeluruh
  • Kalibrasi yang dilakukan tidak secara periodic sehingga hasil pengukuran menjadi berbeda

Semua penyimpangan dalam proses pengujian dapat diminimalisir dengan cara merawat dan memperhatikan secara detail proses dynotest yang tengah berlangsung serta mencatat setiap progress ketika terjadi penyimpangan pada saat proses pengujian. Sebenarnya pengujian dyno ini bisa anda jalankan sendiri dengan syarat mempunyai peralatan yang lengkap untuk menunjang proses pengujiannya.

Dynamometer Indonesia adalah perushaan penyedia dynamometer di Indonesia. Salah satunya adalah engine dynamometer yang dapat anda gunakan untuk mengetahui kekuatan dan daya tahan mesin kendaraan anda. Jika ingin tahu informasi lebih lanjut bisa langsung menghubungi melalui website kami maupun nomor telepon atau email yang tertera.




Produk Terkait dengan artikel Berikut Alasan Mengapa Hasil Pada Setiap Dynotest Berbeda

SF-832 AWD CHASSIS DYNO
SF-832 AWD CHASSIS DYNO
SF-849 CHASSIS DYNO
SF-849 CHASSIS DYNO
SF-832 CHASSIS DYNO
SF-832 CHASSIS DYNO
SF-610 HEAVY DUTY CHASSIS DYNO
SF-610 HEAVY DUTY CHASSIS DYNO