Mengenal Chassis Dynamometer

Chassis dynamometer adalah perangkat untuk melakukan suatu pengujian dan pengukuran kecepatan konstan, beban jalan, dan kekuatan dari sebuah kendaraan. Kendaraan yang dipasang pada chassis dynamometer dengan menggunakan perangkat pengekangan dan menggunakan roller pada setiap as rodanya untuk menguji kekuatan dari roda tersebut.

Pada chassis dynamometer, mesin kendaraan tersambung ke transmisi, lalu ke transfer-case dan ke axle differential. Sehingga pengujian ini menggunakan mesin dan seluruh sasis kendaraan dalam keadaan lengkap dan terpasang.

 

 

Pada umumnya kategori chassis dynamometer dibagi menjadi ON-AXLE TORQUE & HORSEPOWER dan ON-WHEEL TORQUE & HORSEPOWER.

- Axle Dynamometer :

Pada alat pengujian yang menggunakan axle dynamometer, Axle (As) roda kendaraan yang akan di uji disambungkan ke alat chassis dynamometer sebagai input untuk pengetesan torsi dan horsepower. Untuk itu, semua roda kendaraan harus dilepas, sehingga adaptor dari dynamometer dapat dipasangkan pada as roda kendaraan.

- On-Wheel Chassis Dynamometer :

Pada alat pengujian menggunakan On-Wheel Dynamometer, roda kendaraan yang akan di uji bertumpu pada roller (gelondong) yang terhubung ke alat dynamometer sebagai input untuk pengujian torsi dan horsepower. Dengan pengetesan dari roda, maka alat ini disebut sebagai On-Wheel Dyno. Hasil dyno test dari alat ini masuk dalam kategori on-wheel dynamometer result (karena velg dan ban terpasang).

Chassis Dynamometer

Mode dasar yang digunakan oleh chassis dynamometer ada 3 yaitu :

- Traksi control gaya

Dalam mode ini dynamometer memegang kekuatan set terlepas dari kecepatan atau parameter lainnya.

- Kecepatan kontrol konstan (velocity)

Mode ini digunakan misalnya untuk melakukan pengukuran daya statis.

- Beban Jalan Simulasi (beban kendaraan)

Chassis dynamometer mensimulasikan jalan yang sesuai untuk mengatur parameter.

Dengan fungsi dan manfaat pada chassis dynamometer, dalam pengaplikasiannya dapat digunakan oleh berbagai kalangan, baik itu produsen di industri otomotif, tuner, pembalap, hingga masyarakat umum.

Untuk produsen industri otomotif, dyno test yang dilakukan bisa menjadi pengujian pada produknya untuk mengetahui ada peningkatan performa atau tidak setelah produknya diaplikasikan pada kendaraan yang di tes. Dengan demikian produknya dapat mereka pertanggung jawabkan.

Bagi para tuner dan pembalap, hasil test dari chassis dynamometer bisa menjadi acuan untuk melihat seberapa cepat kendaraan mereka dan seberapa besar beban yang ada. Selain itu, pengujian dengan menggunakan chassis dynamometer untuk mengantisipasi ada penurunan performa kendaraan dan juga mendukung proses tuning mesin.

Sementara itu, bagi masyarakat umum, khususnya untuk yang mempunyai kendaraan cepat, hasil dari dyno test ini dapat melihat performa kendaraan anda. Artinya, kita bisa melihat modifikasi yang kita lakukan menambah kualitas kendaraan anda atau tidak.

Masih banyak kegunaan dan manfaat dari chassis dynamometer. Untuk lebih lengkap dan jelasnya bisa bertanya di dynamometerindonesia.com. Atau menghubungi kami langsung ke sales@testindo.com.




Produk Terkait dengan artikel Mengenal Chassis Dynamometer

SF-880E AWD CHASSIS DYNO
SF-880E AWD CHASSIS DYNO
SF-832 AWD CHASSIS DYNO
SF-832 AWD CHASSIS DYNO
SF-849 CHASSIS DYNO
SF-849 CHASSIS DYNO
SF-832 CHASSIS DYNO
SF-832 CHASSIS DYNO