Seberapa pentingkah Dynamometer?

Dynamometerindonesia.com - Sebelum kita membahas pentingnya dynamometer untuk menguji kendaraan kita, saya akan jelaskan terlebih dahulu mengenai definisi dynamometer.

Dynamometer merupakan sebuah alat yang digunakan untuk mengukur kekuatan mekanik, atau tenaga yang di transmisikan oleh poros berputar. Karena daya yang dihasilkan adalah hasil torsi (gaya balik) dan kecepatan sudut putar, dan semua dynamometer pengukur daya pada dasarnya adalah alat ukut torsi dan kecepatan poros diukur secara terpisah.

Definisi lain mengenai dynamometer  yaitu alat yang digunakan untuk mengukur kekuatan dan gaya puntir yang dihasilkan oleh mesin pada kecepatan tertentu dengan tujuan mendapatkan nilai torsi dan horse yang berasal dari mesin pada RPM (Revolutions Per Minute) tertentu.

Setelah mengetahui definisi dynamometer, tentunya kalian ingin tahu manfaat utama dari dynamometer itu sendiri kan?

Manfaat utama dari alat dynamometer (dyno) adalah untuk mendapatkan nilai torsi (torque) dan horsepower (HP) yang dihasilkan oleh mesin pada RPM (Revolutions Per Minute) tertentu.


Mengapa kita harus mengetahui nilai torsi dan horsepower pada RPM tertentu? Agar para tuner dan pembalap tahu akan kondisi mesin yang sedang digunakan.

Dynamometer

Torsi kalau dalam bahasa Inggris disebut torque adalah kekuatan berputar atau rotational force. Torsi atau momen gaya adalah sebuah gaya untuk memutarkan suatu objek pada porosnya. Maka torsi diartikan sebagai gaya putar terhadap suatu benda. Satuan torsi itu sendiri adalah Newton Meter atau Ibs ft (‘pound feet). Dari definisi tersebut, maka rumus torsi adalah : Torsi = F x r (F = satuan Newton, r = satuan meter).

Horsepower (HP) adalah power yang dihitung dengan satuan kW (Kilo watts) dan mempunyai hubungan erat dengan torsi. Dalam bahasa Indonesia Horsepower disebut juga dengan Daya Kuda (DK), merupakan unit standard yang di temukan oleh James Watt karena kemampuan rata-rata seekor kuda untuk memutar penggilingan ber-radius 12 kaki (3.6576) sebanyak 144 kali da;am satu jam (2.4 putaran per menit). Menurut James Watt kuda tersebut dapat menarik dengan gaya sebesar 180 pound. Jadi berdasarkan observasi James Watt tersebut, rumus powerhorse adalah sebagai berikut :

  • Power = torque x angular speed

Rumus diatas merupakan rumus dasarnya. Pada mesin rumusnya menjadi :

  • Power = torque x 2 phi x rotational speed (RPM)

Untuk mengukur Power (kW) adalah

  • Power (kW) = torque (Nm) x 2 phi x rotational speed (RPM) / 60000

6000 dapat diartikan adalah 1 menit = 60 detik, dan untuk mendapatkan kW = 1000 watt. Sedangkan untuk mengukur Power (HP) :

  • Power (HP) = torque (Ibs.ft) x rotational speed (RPM) / 5252

Kesimpulannya horsepower adalah kemampuan untuk mengusung beban selama periode tertentu. Kemampuan mengusung beban seberat 33.000 pounds selama 1 menit dihitung sebagai 1 detik.

Kembali ke manfaat atau peran yang dimiliki oleh dynamometer ialah :

  1. Bagi manufaktur kendaraan, digunakan untuk mengontrol kualitas terhadap kendaraan hasil produksi , dan untuk memastikan kendaraan tersebut sudah sesuai dengan standard yang telah ditentukan.
  2. Bagi research & development, digunakan untuk uji coba demi menghasilkan formula terbaik dari hasil rancangan mereka, baik dari segi bahan bakar, modifikasi mesin, maupun kendaraan mereka.
  3. Bagi distributor mesin atau servis mesin, digunakan untuk menguji performa atau ketahanan produk dan memastikan bahwa produk yang di betulkan sudah dalam kondisi terbaik sebelum dikirim ke pembeli.

Dynamometer terbagi menjadi 2 yaitu :

Dynamometerindonesia.com menyediakan berbagai macam dynamometer yang bisa membantu mengecek kondisi kendaraan anda. Jika ada hal yang ingin di tanyakan bisa langsung menghubungi ke sales@testindo.com.

Sumber Gambar : http://www.kahn.com